Daftar Isi
Kerjageh.com — Perkembangan teknologi membuat proses mencari dan melamar pekerjaan menjadi semakin mudah. Informasi lowongan kerja kini dapat ditemukan secara online, sementara lamaran bisa dikirim langsung melalui email tanpa harus datang ke kantor atau mengirim dokumen melalui pos.
Meski praktis, proses melamar kerja melalui email tetap membutuhkan ketelitian. Ada sejumlah hal yang kerap terlewat oleh pelamar, mulai dari membaca detail lowongan hingga memastikan alamat email perusahaan yang dituju.
Berikut tujuh hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirim lamaran kerja secara online melalui email.
1. Baca Deskripsi Pekerjaan dengan Teliti
Sebelum mengirim lamaran, pastikan seluruh deskripsi pekerjaan sudah dibaca dengan seksama.
Kemudahan melamar secara online terkadang membuat pelamar melewatkan informasi penting yang tercantum dalam lowongan. Perhatikan persyaratan, dokumen yang harus dilampirkan, posisi yang tersedia, hingga alamat email perusahaan.
Pastikan seluruh ketentuan yang diminta sudah dipenuhi sebelum lamaran dikirim.
2. Siapkan CV Terbaik
Curriculum Vitae atau CV merupakan salah satu dokumen penting dalam proses melamar pekerjaan.
CV memuat berbagai informasi mengenai pelamar, seperti nama, alamat, latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, pengalaman kerja, serta keterampilan yang dimiliki.
Selain memuat data diri, CV juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kemampuan dan pengalaman kepada perusahaan. Karena itu, periksa kembali CV sebelum dikirim dan sesuaikan isinya dengan bidang pekerjaan yang dilamar.
Pastikan informasi yang dicantumkan lengkap dan tersusun dengan baik agar lebih mudah diperhatikan oleh HRD.
3. Siapkan Cover Letter
Melamar pekerjaan melalui email bukan berarti cover letter tidak diperlukan.
Cover letter berfungsi sebagai surat pengantar ketika seseorang mengajukan lamaran pekerjaan. Dokumen ini dapat digunakan untuk memperkenalkan diri secara lebih singkat sebelum HRD melihat dokumen lamaran lainnya.
Gunakan bahasa yang sopan dan profesional. Susun cover letter seperti ketika memperkenalkan diri secara langsung kepada pihak perusahaan.
4. Perhatikan Etika Mengirim Email
Etika tetap perlu diperhatikan meskipun lamaran dikirim secara online.
Jangan mengirim email dalam keadaan kosong dan hanya menyertakan dokumen lamaran. Berikan kalimat pembuka atau pengantar yang sopan sebelum menyampaikan maksud pengiriman email.
Misalnya, pelamar dapat memberikan salam, memperkenalkan diri, menyebutkan posisi yang dilamar, kemudian menjelaskan bahwa dokumen yang diperlukan telah dilampirkan.
Cara tersebut dapat memberikan kesan bahwa pelamar memperhatikan etika dan profesionalitas dalam berkomunikasi.
5. Isi Subjek Email dengan Jelas
Subjek email juga tidak boleh dilewatkan ketika mengirim lamaran kerja.
Gunakan subjek yang jelas dan langsung menunjukkan posisi yang dilamar. Contohnya, “Lamaran Kerja – [Posisi yang Dilamar]”.
Hindari hanya menulis “CV” atau membiarkan kolom subjek kosong. Subjek yang jelas membantu HRD mengetahui tujuan email dan posisi yang dilamar.
Perlu diingat, perusahaan menerima banyak email, termasuk dari pelamar lainnya. Karena itu, informasi pada subjek sebaiknya dibuat jelas dan sesuai dengan ketentuan lowongan.
6. Pastikan Sumber Lowongan Terpercaya
Kemudahan mendapatkan informasi lowongan kerja secara online juga membuat pelamar perlu lebih selektif.
Tidak semua informasi lowongan yang beredar di internet dapat dipastikan valid. Karena itu, periksa kembali apakah lowongan tersebut benar berasal dari perusahaan yang bersangkutan atau justru merupakan informasi fiktif maupun penipuan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencari situs resmi perusahaan dan memeriksa informasi kontak yang tersedia. Jika diperlukan, pelamar dapat menghubungi kontak resmi perusahaan untuk memastikan lowongan tersebut.
Semakin banyak informasi lowongan yang tersedia, semakin penting pula untuk memeriksa sumbernya sebelum mengirim data pribadi dan dokumen lamaran.
7. Perhatikan Waktu Mengirim Email
Waktu pengiriman email juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika melamar pekerjaan secara online.
Materi sumber menyarankan pengiriman email pada jam kerja, sekitar pukul 09.00 hingga 15.00. Di luar waktu tersebut, email berpotensi tidak langsung diperiksa karena berada di luar jam aktivitas kerja.
Mengirim lamaran pada waktu yang wajar juga dapat menunjukkan bahwa pelamar memperhatikan waktu dan etika komunikasi profesional.
Melamar kerja secara online memang menawarkan proses yang lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut tetap harus diimbangi dengan ketelitian, etika, serta perhatian terhadap setiap persyaratan yang tercantum dalam lowongan.
Dengan memastikan dokumen, isi email, subjek, sumber lowongan, dan waktu pengiriman sudah diperhatikan, pelamar dapat menghindari kesalahan yang sebenarnya dapat dicegah.







